Kontribusi Edukasi Hemodialisis Terpadu terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Pasien dengan Gagal Ginjal Kronik
Keywords:
Hemodialysis education, Chronic renal failure, Quality of life, Hemodialysis patients, Dialysis therapyAbstract
Pasien dengan gagal ginjal kronik (GGK) yang menjalani terapi hemodialisis kerap menghadapi berbagai permasalahan yang berdampak pada penurunan kualitas hidup, meliputi keterbatasan fisik, tekanan psikologis, serta hambatan dalam kehidupan sosial. Kondisi tersebut menuntut adanya intervensi yang bersifat komprehensif untuk meningkatkan kesejahteraan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program edukasi hemodialisis terpadu terhadap peningkatan kualitas hidup pasien GGK. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test pada kelompok kontrol, yang melibatkan 60 pasien GGK dan dibagi ke dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi memperoleh program edukasi terpadu yang mencakup pengelolaan diet, pembatasan asupan cairan, kepatuhan terhadap terapi obat, dukungan psikososial, serta pemahaman prosedur hemodialisis selama periode empat minggu. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada aspek fisik, emosional, dan sosial kualitas hidup pasien pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi hemodialisis terpadu merupakan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan pasien GGK dan berpotensi diterapkan secara berkelanjutan dalam praktik pelayanan klinis.
References
Arifah, N., Wahyuni, E., & Lubis, D. (2022). Efektivitas edukasi terpadu terhadap kepatuhan dan keluhan pasien gagal ginjal kronik. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 13(1), 21–28.
Darmayani, N. M., & Hartati, L. E. (2019). Pengaruh dukungan keluarga terhadap kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Jurnal Keperawatan Terapan, 5(2), 112–120.
Fitriani, D., & Rachmah, R. (2021). Edukasi kelompok dan pengaruhnya terhadap kualitas hidup pasien hemodialisis. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 6(1), 34–41.
Hidayati, L., & Arifin, Z. (2019). Strategi edukasi pada pasien dengan penyakit kronik di pelayanan kesehatan primer. Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education, 7(1), 18–25.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Putri, L. A., & Handayani, D. (2020). Validitas dan reliabilitas instrumen WHOQOL-BREF pada pasien penyakit kronis. Jurnal Keperawatan Indonesia, 23(3), 215–223.
Rachmawati, Y., & Anggraini, N. (2020). Kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di rumah sakit. Jurnal Keperawatan Soedirman, 15(1), 23–30.
Sari, M., & Oktavia, N. (2022). Edukasi sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis: Tinjauan literatur. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 13(2), 145–152.
Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Supriyadi. (2020). Keperawatan Medikal Bedah: Sistem Perkemihan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Wahyuni, S., & Setiawan, D. (2020). Pendekatan andragogi dalam edukasi kesehatan pasien dewasa. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 8(1), 45–53.
Wahyuningsih, D. (2021). Pengaruh intervensi edukasi terhadap kepatuhan pasien gagal ginjal kronik dalam menjalani terapi hemodialisis. Jurnal Keperawatan Indonesia, 24(1), 34–42.

